Masjidil Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam sebelum akhirnya dipindahkan ke Baitullah sekarang. DI tempat suci inilah Rasulullah SAW melakukan Isra’ dan dari sana pula ia berangkat Mi’raj. Dalam hadits shahih disebutkan sebagai salah satu daria tiga masjid yang dianjurkan untuk diziarahi, yakni Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al Aqsha. 
Saat ini, tahukah kalian bahwa dimanapun kalian berada di seluruh dunia ini, pemandangan yang diperlihatkan pada banyak orang di seluruh media di muka bumi ini yang dikatakan sebagai Masjid Al Aqsa sebenarnya adalah masjid DOME OF THE ROCK alias Masjid Kubah As-Sakhra?
Palestina pada tahun 1967, Zionis Yahudi menginvasi Palestina dengan cara mendirikan negara Israel di atas Negara Palestina, dengan cara menduduki Palestina. Israel yang dikuasai oleh orang-orang Yahudi ini, mengusir bangsa Arab Muslimin yang mendiami tanah Palestina dan mulai memporak-porandakan Masjidil Aqsha. Mereka perlakukan Masjidil Aqsha dengan semena-mena, seperti membebaskan siapa saja untuk masuk ke dalam masjid. Hingga tak jarang, terlihat pemandangan orang Yahudi yang sedang berpacaran di dalam masjid atau para turis yang berkeliaran dengan pakaian seadanya di lingkungan masjid. Pada tahun 1969, mimbar megah yang dibuat oleh Shalahuddin Al Ayubi di dalam masjid (yang dibuat oleh Shalahuddin Al Ayyubi setelah berhasil merebut kembali Masjidil Aqsha dari tangan penjajah, guna memperingati Isra Mi’raj di lingkungan masjid) dibakar oleh Yahudi. Peristiwa pembakaran mimbar inilah yang kian meruncingkan barisan umat Muslim guna melawan Yahudi dan mendorong umat Islam sedunia membentuk OKI. Pada tahun 1970, Palestina akhirnya dikuasai sepenuhnya oleh Zionis Israel. 
Entah sejak kapan, berkembang sebuah fokus perhatian bahwa yang namanya Masjid Al Aqsa yang diramaikan dan dianggap bersejarah oleh Ummat Islam itu adalah masjid indah dengan Kubah Emas berbentuk segienam ini. Fokus perhatian ini dikembangkan lewat gambar-gambar indah yang beredar, lewat postcard-postcard yang beredar, juga gambar-gambar indah di Kalender islami dan lewat buku-buku turisme. Inilah Masjid As-Shakhra yang dimaksud dan sudah sangat terkenal tersebut.

Masjid Qubbatus Shakhrah (As-Shakhra) yang terlihat seperti gambar di atas adalah masjid berkubah keemasan. Shakhrah artinya batu. Masjid tersebut dibangun oleh salah satu Khalifah pada masa kekuasaan Bani Umayyah, Abdul Malik bin Marwan. Tujuannya untuk menjaga batu (Shakhrah) yang merupakan tempat Rasulullah berangkat melakukan mi’raj ke langit bersama Malaikat Jibril as. Batu itu sendiri berasa dalam lingkaran (haram) Al Aqsha, dan bukan masjid itu sendiri. Masjid inilah yang sering diduga sebagai masjidil Aqsha.  
Pada akhirnya, anak-anak muslim di seluruh dunia ini sering kali dibingungkan dengan kedua masjid tersebut sehingga akhirnya mereka memiliki referensi yang salah terhadap mana Masjid Al Aqsa yang sebenarnya. Banyak orang yang pada akhirnya menyangka bahwa Masjid Al Aqsa yang sebenarnya adalah masjid dengan Kubah Emas di atasnya, yang berdiri tepat di samping tembok ratapan umat Yahudi. Tembok ratapan umat Yahudi sendiri sesungguhnya adalah Tembok Buraq, yaitu tembok tempat Rasulullah saw mengikat Buraq, kendaraannya ketika Isra Mi’raj. Sekarang tembok ini dikuasai oleh Israel dan dijadikan Tembok Ratapan.
Bagaimana dengan Kalian sendiri? Bisakah Kalian lihat perbedaannya? Perhatikan gambar di bawah berikut ini: Pada gambar di atas kalian melihat tembok yang memagari kompleks masjidil Aqsha, yang biasa disebut Batas Lingkar Komplek Masjidil Aqsha ( Harom Masjid Al-Aqsha). Yang disebut kompleks Al Aqsha adalah daerah yang ada di dalam pagar kotak. Dulu pagar itu hanya terbuat dari tanah. Lalu, pada masa khilafah Utsmaniyah, dibangun tembok karena takut kalau Yahudi mencaplok kompleks ( haromul) Masjid Al Aqsha tersebut. 
Inilah masjid Al Aqsa yang bersejarah tersebut.   Dan inilah Masjid Al Aqsa tampak dari dekat dan dari depan.
Masjidil Aqsha adalah masjid kedua di muka bumi (berkubah hijau). Dibangun oleh Nabi Adam setelah ia membangun Baitul Haram. Lalu bangunannya roboh seiring dengan waktu. Kemudian dibangun kembali oleh Nabi Dawud, dan disempurnakan oleh Nabi Sulaiman. Masjidil Aqsha inilah yang terus menerus ingin dirobohkan oleh Yahudi, untuk mendirikan di atasnya apa yang mereka dongengkan sebagai Haikal Sulaiman. Salah satu caranya, dengan menyebarkan pengetahuan keliru kepada masyarakat bahwa yang dimaksud dengan Masjidil Aqsha adalah Masjid Qubbah Shakhrah (berkubah kuning) di sebelanya. Meskipun masjid itu masuk dalam kompleks pagar ( Harom) Masjidil Aqsha tapi bukan itu masjidnya. Pada saat yang sama diam-diam Yahudi itu menggali Masjidil Aqsha yang sesungguhnya.  Sebelum kesalahanan berkembang pada Ummat Islam dan akhirnya tiada yang menyadari bahwa Masjid Al Aqsa yang sebenarnya telah dihancurkan, ada baiknya kita sebagai generasi Islam tetap hati-hati dan mengabarkan kebenaran yang sebenarnya pada Ummat. Setidaknya, anak-anak kita tahu dan tidak lagi ragu untuk menunjukkan yang manakah masjid Al Aqsa yang asli. Yang benar adalah benar dan yang salah haruslah diperbaiki. perdebatan, baik di kalangan muslim sendiri maupun di kalangan ilmuwan. 
Kontroversi yang utama adalah tentang eksistensi Masjidil Aqsha. Awal Isra adalah dari Masjidil Haram atau Kabah di Mekkah. Apa yang ditulis dalam Quran adalah Muhammad melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Masjidil Aqsha memiliki arti ‘masjid terjauh’. Masjidil Aqsha yang kita kenal adalah berada di kompleks Al-Haram ash-Sharif –Temple Mount menurut Yahudi dan Nasrani– di Jerusalem. Selain Masjidil Aqsha di kompleks tersebut terdapat Qubbah As-Sakhrah atau Dome of the Rock. Dome of the Rock dibangun pada sekitar tahun 690M oleh kekhalifahan Umayyah, Abdul Malik bin Marwan, dan kemudian diikuti dengan pembangunan Masjidil Aqsha yang selesai pada tahun 710M. 
Yang diperdebatkan adalah benarkah di kompleks tersebut kekhalifahan Umayyah membangun Masjidil Aqsha sebagaimana yang tertera dalam Quran sebagai tempat Nabi Muhammad SAW menuju dalam perjalanan malamnya di tahun 621M? Benarkah Masjidil Aqsha dalam Quran adalah Masjidil Aqsha di Jerusalem tersebut ??  
Pendapat ilmuwan dan ahli sejarah yang sering terdengar ada dua, bahwa Masjidil Aqsha yang dibangun adalah pengejawantahan ayat Quran supaya menjadi nyata karena di tahun 621M di kompleks tersebut tidak ada bangunan masjid bernama Aqsha, dan pendapat yang kedua adalah bahwa Masjidil Aqsha yang tertera dalam Quran adalah Masjid Nabawi di Madinah yang dibangun oleh Rasulullah SAW ketika hijrah, hal ini pun masih dipertanyakan sebab Isra terjadi setahun sebelum Hijrah ke Madinah terjadi.  Wilayah Jerusalem termasuk ke dalam wilayah yang disebut West Bank atau Tepi Barat (sebutan dari PBB), sebuah wilayah yang secara de jure tidak dimiliki oleh negara manapun, wilayah lainnya adalah Jalur Gaza. Jalur Gaza dan Tepi Barat dihuni oleh orang-orang Palestina sebanyak 80 persen dan sisanya orang-orang Israel. Kaum dan negara yang berkepentingan terhadap tanah suci ini bersikukuh pada kepercayaannya, Israel ingin Palestina minggat dari tanah tersebut, juga sebaliknya Palestina ingin Israel keluar dari tanah suci tersebut. 
Entah sampai kapan konflik Arab-Israel ini akan berakhir, mungkin memang tanah suci tersebut ditakdirkan menjadi arena peperangan, dan peperangan bukanlah sebuah berkah, sedangkan Masjidil Aqsha dalam Quran nyata jelas disebut dengan “Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya” yang mungkin pula bisa disimpulkan itu bukanlah tanah suci, mungkin hanya bukti sejarah keemasan arsitektur Islam yang menjadi alasan untuk dilestarikan. Wallahualam. 
Selain kontroversi juga terselip propaganda yang menyesatkan seperti Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dengan mengendarai buraq, binatang berekor, bersayap, berkepala wanita. Buraq ini sering digambarkan dalam karya seni, namun hal tersebut adalah propaganda terhadap kiasan bahwa Muhammad adalah seorang ‘penunggang’ wanita. Dari rujukan Hadits Bukhari, “Suatu hari malaikat Jibril datang dan membawa Nabi, lalu dibedahnya dada Nabi dan dibersihkannya hatinya, diisinya dengan iman dan hikmah. Kemudian didatangkan buraq, ‘binatang’ berwarna putih yang langkahnya sejauh pandangan mata. Dengan buraq itu Nabi melakukan isra’ dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha” tidak disebutkan bahwa buraq itu berkepala wanita. Tentang Isra Miraj ada satu artikel yang ditulis oleh Imam A. M. Khattab di Islamic Center of Greater Toledo, Ohio, yang menyimpulkan untuk meyakini Isra dan Miraj terjadi karena nyata tertulis dalam Quran, sedangkan seperti apa prosesnya jelas sangat jauh dari alam pikiran manusia. Para ulama Muslim umumnya meyakini salah satu dari tiga pendapat berikut:   l-Masjid Al-Aqsa is often confused with Masjid Al-Qubba (As-Sakhra) but they are two totally different Masjids. Al-Masjid Al-Aqsa is the one that Allah (SWT) refers to in the first verses of Surat Al-Israa (Sura 17): | | | 1. Glory to ((Allah)) Who did take His servant for a Journey by night from the Sacred Mosque to the Farthest Mosque, whose precincts We did bless,- in order that We might show him some of Our Signs: for He is the One Who heareth and seeth (all things). 2. We gave Moses the Book, and made it a Guide to the Children of Israel, (commanding): "Take not other than Me as Disposer of (your) affairs." 3. O ye that are sprung from those whom We carried (in the Ark) with Noah! Verily he was a devotee most grateful. Web Source: Islamic City | Al-Masjid Al-Aqsa is the second Masjid ever to be built for the sole worship of Allah (SWT). Throughout the ages it suffered many transformations and destruction. When Omar Ibn Al- Khattab (RA) entered Bayt Al-Maqdis in 15 AH (636 AD) he ordered that the area, where he believed the Masjid location has been, to be cleared to start the building of the initial structure of the Masjid. The actual building started in 18 AH (639 AD) and the Masjid was made out of timber. Abd Al-Malik Ibn Marwan (RahA) began the construction of Al-Masjid Al-Aqsa in its new shape and structure but it was his son Al-Walid (RahA) who completed it in 90 AH (708 AD). The present structure has remained essentially intact since it was last reconstructed in 424 AH (1033 AD) by Al-Khalifa Ath-Thaahir who did not alter it from its previous architecture; he only narrowed it on each of its east and west sides. Following are two overviews of Al-Masjid Al-Aqsa as it has been since the time of Al-Khalifa Ath-Thaahir (RahA), click on each picture to see more aspects of this Great Masjid in greater detail. A general southwest view of Al-Masjid Al-Aqsa A view of Al-Masjid Al-Aqsa through one of the arches of Masjid Al-Qubba (As-Sakhra). Click on the picture to enjoy an aerial view of Al-Masjid Al-Aqsa along with Masjid Al-Qubba (As-Sakhra)!   The above picture shows Al-Masjid Al-Aqsa from within. Click on it to see a classical black and white picture of Al-Masjid Al-Aqsa from without.       http://newyorkermen.multiply.com/video/item/216 Attachment: CLICK HERE NOW PLEASE MASJID AL AQSA YANG SEBENARNYA.pps
 | Hasbunallah wani'mal wakiil, ni'mal maulaa wa ni'mannashiir. Laa haula walaa qouwwata illabillahil 'aliyyil adziim. Subhanallah walhamdulillah walaa ilaha illallah. Allahu akbar. Semoga ALLAH tetap menjaga rumahNYA. Amien. |
 | Entah bagaimana nasib Masjid Al'Aqsa sekarang...?, sementara yang di ekspos oleh media adalah Masjid Qubbah Shakhrah. Sungguh licik kalian wahai Yahudi...Ampuni kami ya Allah yang telah membiarkan Masjid-Mu di zalimi oleh Yahudi terlaknat. Solusi Perang ( Jihad ) adalah Berkah dari Allah untuk kita umat Islam yang tidak di berikan kepada umat yang lain, yang dengan itu adalah untuk membebaskan tanah-tanah umat Islam yang telah dirampas dan sebagai solusi bagi umat Islam saat ini untuk membebaskannya dari belenggu fitnah yang berkepanjangan. Yahudi tidak bisa diberikan dengan bahasa kesepakatan damai dan gencatan senjata, karena mereka sangat licik. Sampai saat ini sudah ratusan kesepakatan damai di Palestina yang selalu dikhianatinya, sehingga kata jihad untuk membebaskan Palestina adalah solusinya.
Allah swt. Berfirman :
"Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka:"Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: "Jika diberikan ini (yang sudah di robah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah". Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar." ( Al-Maaidah:041 )
"Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila`nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Qur`an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan."( Al-Maaidah:064 )
"Tidaklah sama antara mu`min yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai `uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk [340] satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk [341] dengan pahala yang besar," ( An-Nisaa`:095 )
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu`min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui." ( Al-Maaidah:054 )
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu."( Al-Baqarah:120 )
"Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah : "Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik".( Al-Baqarah:135 )
"Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya . Mereka berkata : "Kami mendengar", tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula) : "Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan) : "Raa`ina", dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan : "Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis." ( An-Nisaa`:046 )
Hadits Rasulullah saw, mengenai yahudi laknatullah :
"Dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Ketika kami berada di mesjid, keluarlah Nabi saw dan beliau bersabda: " Berangkatlah kalian kepada kaum Yahudi". Lalu kami berangkat hingga kami dampai di aula pengajian mereka, maka beliau bersabda: "Masuklah Islam, niscaya kalian selamat. Dan ketahuilah bahwa bumi ini adalah milik Allah dan Rasul-Nya, dan aku berkehendak mengeluarkan kalian dari bumi (negeri) ini. Maka siapa di antara kalian yang mendapati suatu harta (yang tidak bisa dipindahkan) maka juallah itu. Kalau tidaj demikian maka ketahuilah bahwa sesungguhnya bumi ini adalah milik Allah dan Rasul-Nya." " (HR: Bukhari)
Dari Anas Ibnu Malik, dia berkata: Seorang perempuan keluar dari Madinah dengan memakai perhiasan perak, lalu seorang Yahudi melempar batu terhadapnya, lalu perempuan itu dibawanya kepada Nabi saw dalam keadaan bernafas terakhir, maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: "Polan yang membunuh kamu (?)", maka perempuan itu mengangkat kepalanya, lalu beliau mengulang kepadanya: "Polan yang membunuh kamu (?)", maka perempuan itu mengangkat kepalanya, lalu beliau bersabda kepadanya pada ke tiga kalinya: "Polan yang membunuh kamu (?)", maka perempuan itu menundukkan kepalanya (isyarat), maka Rasulullah saw memanggil orang Yahudi itu lalu beliau membunuhnya diantara dua batu. (HR: Bukhari)
Inilah sebagian kecil dari Al'Quran dan hadits mengenai yahudi dan kelicikannya dan keharusan memeranginya, sehingga solusi perang ( jihad ) adalah berkah dari Allah untuk kita umat Islam...Allahualam
Syukron akhi atas sharingnya... :-) |
 |  Interior of Al Aqsa mosqueThe name "Al-Aqsa Mosque" translates to "the farthest mosque" ("the remote mosque" according to some translations, such as that of Muhammad Asad), or 'The End' and is associated with the Isra and Mi'raj, a journey, Muslims believe was made around 621 by the Islamic Prophet Muhammad (c. 570-632) on the winged steed Buraq, which was brought to him by the Archangel Gabriel. This is often referred to in English as Muhammad's "night journey". According to Qur'anic verse, Muhammad took the journey in a single night from "the sacred mosque" (in Mecca) to "the farthest mosque" (al-Masjid al-Aqsa). From a rock there, Muhammad ascended to heaven, accompanied by Gabriel, touring heaven and receiving the commandments, including the five daily prayers, before returning to Earth and back to Mecca to communicate them to the faithful.
The hadith narrator Imam Muslim reports that the Prophet's companion Anas ibn Malik mentions that the Prophet said:

I came to the Buraq, I rode it until we arrived at Bayt al-Maqdis. I tied it to where the Prophets tie, then I entered the mosque I prayed two Rakaah, and then ascended to the heavens.
This story was to become the raison d'être for Islam's two most important shrines in Jerusalem, al-Aqsa Mosque and Dome of the Rock, and the driving force behind Muslim ambitions to rule the city to this day.
In this regard, the Muslim scholar Ibn Taymiyah reports:
al-Masjid al-Aqsa is a name that refers to the whole area of the masjid that was built by Suleiman Peace Be Upon him. Some people today use the term to refer to the prayer house built by Umar bin al-Khattab at the front of this area... When Umar asked Ka'ab al-Ahbar: Where to build a prayer house for the Muslims. Ka'ab al-Ahbar replied: behind the Rock. Umar said: No, but I will build it in front of the Rock because we always pray at the front of mosques. Therefore, Imams usually if they enter the masjid area, they gather people and stand to lead the prayers in the house built by Umar.
The muslims scholar al Tabari reports in Tarikh al-Tabari:
Umar Ibn al-Khattab asked Kaab: Where should we pray? He said: towards the Rock. Umar replied: Oh, Ka'ab!(Ka'ab al-Ahbar) You are glorifying Judaism. But I will make the Qibla of this masjid at its front just like the Prophet of Allah made the Qibla of all our masajid at its front.[7]
Regarding the name, other sources mention the following:
Originally the term al-Masjid al-Aqsa was used to refer to the whole area of al-Haram al-Qudsi al-Sharif with all what it holds from establishments including the Dome of the Rock built by Abd al-Malik ibn Marwan in 72 Hijri/691 A.D., which is considered among the most notable Islamic structures. Today, the term al-Masjid al-Aqsa is also used to refer to the large Mosque in the southern part of al-Haram al-Qudsi".[8] "The Dome of the Rock structure resides at the heart of al-Masjid al-Aqsa, in the southeaster part of the Old City of Jerusalem, which is wide rectangular area extending 480 meters from the north to the south, and from the east to the west about 300 meters. This area constitutes what is almost fifth of the Old City."[9]

[edit] Pagan beginnings Originally a Pagan "Church" built by the Great Emperor Justinian in the 530's and consecrated to Our Lady by the name of Church of Our Lady. Later converted to a Mosque by the Muslims.
[edit] Islamic Background Back of Al-AqsaAccording to the teachings of Islam, Allah in the Qur'an used the word Masjid when referring to the sites established by Abraham and his progeny as houses of worship to Allah centuries before the revelation of the Qur'an. The first of these spots is Masjid al-Haram in Mecca and the second is Al-Aqsa Mosque in Jerusalem. Before Mecca and Jerusalem came under Muslim control in 630 to 638, the site of the Kaaba, which was established by Abraham and Ishmael but at the time of Muhammad was used by pagans. In Jerusalem the site of Al-Aqsa Mosque, which was under Roman Empire, was an abandoned and abused area by the Romans but on which a house of worship established originally by Jacob forty years after his grandfather Abraham established the Kaaba and was used by succeeding prophets like David, Solomon, and Zacharias.
In the Qur'an So her Lord accepted her (i.e. Mary) with a good acceptance and made her grow up a good growing, and gave her into the charge of Zakariya; whenever Zakariya entered the sanctuary (i.e. Jewish Temple) to (see) her, he found with her food. He said: O Marium! whence comes this to you? She said: It is from Allah. Surely Allah gives to whom He pleases without measure.
—Qur'an, [Qur'an 3:37] Then the angels called to him as he stood praying in the sanctuary : That Allah gives you the good news of Yahya verifying a Word from Allah, and honorable and chaste and a prophet from among the good ones.
—Qur'an, [Qur'an 3:39] Glory to (Allah) Who did take His servant for a Journey by night from the Sacred Mosque to the farthest Mosque, whose precincts We did bless,- in order that We might show him some of Our Signs: for He is the One Who heareth and seeth (all things).
—Qur'an, [Qur'an 17:1] If you (i.e. Israelites) do good, you will do good for your own souls, and if you do evil, it shall be for them. So when the second promise came (We raised another people) that they may bring you to grief and that they may enter the mosque (i.e. Jewish Temple) as they entered it the first time, and that they might destroy whatever they gained ascendancy over with utter destruction.
—Qur'an, [Qur'an 17:7] So he (i.e. Zakariya) went forth to his people (i.e. Israelites) from his place of worship, then he made known to them that they should glorify (Allah) morning and evening.
—Qur'an, [Qur'an 19:11]
[edit] In Hadith A narration attributed to Qaza'a Maula reports:
“ Do not prepare yourself for a journey except to three Mosques, i.e. Al-Masjid-AI-Haram, the Mosque of Aqsa and my Mosque. Sahih Bukhari 2:21:288 ”
A narration attributed to Abu Dharr reports:
“ I said: Messenger of Allah, which mosque was set up first on the earth? He said: Al-Masjid al-Haram (the sacred). I (again) said: Then which next? He said: It was the Masjid Aqsa. I (again) said: How long the space of time (between their setting up)? He (the Holy Prophet) said: It was forty years. And whenever the time comes for prayer, pray there, for that is a mosque; and in the hadith transmitted by Abu Kamil (the words are):" Whenever time comes for prayer, pray, for that is a mosque (for you). Sahih Muslim 4:1056 ”
[edit] Restoration of the Mosque site by Umar Before Jerusalem came under the control of Muslims in 638, it was widely understood that al-Aqsa mosque is the same as David's sanctuary. When Caliph Umar ibn al-Khattāb (580-644) was given the key to the city by the Patriarch of Jerusalem, Sophronius, he signed with him a treaty that is known as the "Covenant of Omar" and he later asked the Patriarch of Jerusalem to show him what Umar spelled out as "Masjid Dawood" (Mosque of David). This was called David's sanctuary or prayer niche (mihrab Dawud), in the Qur'an (38:21). David chose the site on which Solomon built his temple. It was an abandoned place and abused by the Romans and the Church at the time. The Patriarch took him to the door of the sanctuary which was almost blocked due to the trash that was placed at the door. Umar looked left and right and said: “Allah is Great, I swear by the one who holds my soul in his hand that this is the Mosque of David which the prophet of Allah described to us after his night journey.” The Caliph Umar started cleaning up the place. He asked Ka'ab al-Ahbar (كعب الأحبار), a Jewish Rabbi who had converted to Islam and came with Umar from Medina, to guide him to the place of the Rock. Umar used his cloths to remove the trash covering the Rock, and other Muslims did what Umar was doing. After cleaning up the place, Umar went to the al-Mihrab (a chamber inside the Mosque where the Imam usually stands) and started praying and reading Surat Sad from Quran.
[edit] Construction of the Mosque For the construction of the nearby structure, see Dome of the Rock Interior of Al Aqsa mosque showing the mihrabThe term the farthest mosque is considered in Islamic tradition as the general name for the precinct of al-Haram al-Sharif ("The Noble Sacred Enclosure") in Jerusalem, as well as the specific name for the mosque located at its southern edge.
Umar wanted a place of prayer that did not infringe on nearby Christian and Jewish worship places. That place, to the south of the rock, was developed into a mosque. Sometime between 687-691, Caliph Abd al-Malik built a shrine over the sacred rock, and it was named Qubbat As-Sakhrah, which means "The Dome of the Rock." Some years later, in 709-715, Umayyad caliph al-Walid, son of Abd al-Malik, built, renovated, and expanded the mosque south of the Dome, and at this time called the mosque al-masjid al-aqsa, which means "the farthest mosque".
The contemporary congregational mosque of al-Aqsa is a result of different stages of construction and renovations. It is usually agreed upon that 'Abd al-Malik (685-705), the Umayyad Caliph who was the patron of the Dome of the Rock, started the construction of al-Aqsa Mosque at the end of the 7th century. A major building phase took place during the time of the caliphate of his son, al-Walid (709-715). The building suffered from several major earthquakes and was renovated and reconstructed during the Abbasid period by Caliph al-Mahdi (775-785) and possibly by Caliph al-Mansur (754-775).
A further reconstruction was executed during the Fatimid period, in the 11th century, and several major restorations are known to have taken place during the 14th and 20th century.
Damage from earthquakes in 1927 and 1936 necessitated an almost complete rebuilding of the mosque, in the process of which ancient sections of the original mosque were brought to light.
It has been modified several times to protect it from earthquakes, which sometimes occur in the area, and to adapt to the changing needs of the local population. The form of the present structure has remained essentially the same since it was reconstructed by the Khalif Al-Dhahir in 1033 AD. It is said that he did not alter it from the previous architecture except to narrow it on each side.
[edit] Crusader history After Jerusalem was captured in 1099 as part of the First Crusade, the Kingdom of Jerusalem was established, and the Al Aqsa Mosque was used as the royal palace of the Kings of Jerusalem. The Crusaders believed it to be built on top of the ruins of the King Solomon's Temple, and referred to the building as the Templum Salomonis (Royal Palace of Solomon). Around 1119, King Baldwin II of Jerusalem also granted space in one wing to the new order of the Knights Templar, who took their name ("Templar") from it. The Templars used the building as their headquarters until Saladin retook the city in 1187, at which point the Templars moved their headquarters to the northern coastal city of Acre, which they held for the next 100 years, and then the island of Cyprus after that.
During the Crusader era, the Dome of the Rock was also regarded as the Templum Domini (The Temple of the Lord).
|
 | ''JAZAKALLAH KHEIR" SMOGA BERMANFAAT BAGI YG BELUM MENGETAHUI KHUSUSNYA DAN BAGI MUSLIMIN SELURUHNYA. |
 | Assalamualaikum wr wb.... thanks for visiting my site |
 |   

Inside Al-Aqsa Mosque "MUSLIMS CAME FROM ALL OVER the world to worship at Al-Aqsa and many stayed to study and teach within its precincts. The original spontaneous exchange of knowledge between travellers, many of whom had been companions of the Prophet, peace and blessings be upon him, eventually gave way to more formalised study. Circles of learning, where students gathered around a teacher for the transmission of knowledge about Islam, became established throughout the Sanctuary, inside Al-Aqsa Mosque and the Dome of the Rock and outside in its courtyards and gardens.
The language and grammar of the Qur'an, its memorisation, correct pronunciation and recitation, together with its exegesis, were primary subjects within the Sanctuary, as they were throughout the Muslim world. To this was added the study of the Sunna, the sayings and actions of the Prophet, peace and blessings be upon him, whose life was a living commentary on the Qur'an and a demonstration on how of apply its teachings.
Four schools of law, the Hanifi, Maliki, Shafi'i and Hanbali, began to develop in the second century ah, the early ninth century ce, with slightly different approaches to understanding and applying the Qur'an and Sunna. Scholars from all of these schools were represented in the Sanctuary, each respecting the methodology and rulings of the other. They were all aided by the developing science of hadith, which involved the meticulous collecting, verifying and recording of the sayings and actions of the Prophet, peace and blessings be upon him. Of these collections, the most famous are the rigorously authenticated collections of Imam al-Bukhari and Imam Muslim.
By the time the great scholar, Imam al-Ghazali, arrived for a period of retreat in the Sanctuary near the end of the 11th century ce, there were study circles for all the religious sciences, from all schools of thought, from all parts of the world. It was here that he commenced work on his magnum
http://newyorkermen.multiply.com/video/item/216
|
 | allahuakbar, sukron atas ilmunya |
 | 
“Sesungguhnya besarnya pahala bergantung besarnya ujian. Apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Allah menguji mereka. Maka siapa yang ridha, maka Allah akan meridhainya, dan siapa yang murka, maka Allah akan memurkainya” (HR Tirmidzi). The following diagram demonstrates the old house of Prophet Mohammed (p bu h) in Makkah; the businesses are of Syedah Khadeejah; Prophet's Room; the place where prophet prays; birth place of Syedah Fatimah Zahra; Guest Room.Old house of Prophet Mohammed (pbuh) in Makkah http://newyorkermen.multiply.com/calendar/item/1000 |
 | jazaakallahu khairan katsira....wa barakallahu fiika! |
 |
 
Assalamualaikum....Wr....Wb.. Salam Taaruf.. Selamat Pagi, Selamat Senjalani ibadah Puasa Dibulan Yang Penuh Barakah, Rahmah dan Maghfirah, Ramadhan Al-Mubarak, Maaf Zahir Dan Bathin untuk Saudara Sekeluarga, Semoga Ramadhan ini memberi kita keinsafan dan bermuhasabah diri sethulusnya.. amien ya Rabbal `alamien!!!!!!
Wahai manusia! Sesungguhnya diri kalian tergadai karena amal-amal kalian, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban dosamu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah, Allah Swt. bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang bersujud, tidak mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbul'alamin.
Wahai manusia! Barangsiapa di antaramu memberi makan untuk berbuka kepada kaum mukmin yang melaksanakan shaum di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.
Wahai manusia! Barangsiapa yang menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa yang memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya di hari berjumpa dengan-Nya, dan barangsiapa yang menyambungkan tali silaturahmi di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Dan barangsiapa yang memutuskan silaturahmi di bulan ini, Allah akan memutuskan dia dari rahmat-Nya.
[Petikan Khutbah Rasulullah Menjelang Ramadhan]
http://newyorkermen.multiply.com/calendar/item/1000 APA YANG KITA KETAHUI TENTANG MASJID AL AQSA http://newyorkermen.multiply.com/journal/item/102
|
 | Infonya bagus pak, tapi backgroundnya bikin pusing nih. |
 | Betul, seperti yang saya usulkan dulu.. Jadi gak bisa baca tulisannya... Silau kena lighting nya NY city..! |
 | Naah... Ini boleh niy backgroundnya udah, bisa baca...! Syukron ya ikhwan..! |
 | TERIMAKASI ATAS KERITIK MEBANGUN "JAZAKALLAH KHEIR" SMOGA BERMANFAAT BAGI YG BELUM MENGETAHUI KHUSUSNYA DAN BAGI MUSLIMIN SELURUHNYA ALLAHUAKBAR!!!!! PLEASE CLICK HERE @ ATTACHMENT NOW MASJID AL AQSA YANG SEBENARNYA APA YANG KITA KETAHUI TENTANG MASJID AL AQSA |
 |
This short series of videos, based on an extract of audio by Anwar al-Awlaki, touches upon the history of Masjid Al-Aqsa, Prophet Sulayman (AS), black magic, the Jews of that time, Babylon, Free Masons and the Jinn. It certainly is enlightening and educational. Sulayman (AS) buried something under masjid Al-Aqsa and there are people who want to get there hands on it... watch and listen to find out more...PLEASE CLICK HERE @ TACHMENT NOW MASJID AL AQSA YANG SEBENARNYA APA YANG KITA KETAHUI TENTANG MASJID AL AQSA
|
 | terima kasih atas paparan yang sungguh menarik dan sebagai pedoman dan ingatan untuk umat Islam amnya
Teruskan dakwah anda dalam memperjuangkan Islam |
 | Memang ni satu diayah Yahudi dan barat mengelirukan orang Islam..Thanks for the artikel bro...and with your permission i would like to share it with fellow Muslims brothers and sisters..I used to have this little info but somehow lost it when my PC crashed not too long ago..Syukran |
 | Memang sekarang situasi yg sulit..karena perperangan hampir 60 tahun. diantara mereka ngak ada trust each-other..kalau mereka memilih perang terus..yah ngak ada jalan keluar nya lagi...stop perperangan.., live peace . |
 | ASSALAMU'ALAIKUM WR. WB, SUBHANALLAH,,,,,,SEMOGA UMAT ISLAM SEDUNIA SADAR UNTUK SENANTIASA BERSATU DALAM UKHUWAH - JAMAAH, INGAT SABDA RASULULLAH DALAM HR TIRMIDZI: " TANGAN ALLAH BERSAMA JAMA'AH " [ KEMENANGAN HANYA DIBERIKAN ALLAH KEPADA UMAT ISLAM JIKA KITA BERJAMA'AH ] KETERPURUKAN ISLAM SAAT INI SELAIN PEMAHAMAN ISLAM YG MINIM-SALAH, JUGA DISEBABKAN OLEH PERPECAHAN DI DALAM TUBUH UMAT ITU SENDIRI, BAIK MASALAH ASHABIYAH ATAUPUN KHILAFIAH. MARILAH KITA SEGERA BERSATU WAHAI SAUDARAKU,,,, DEMI TUJUAN YANG LEBIH BESAR DAN MULIA...YAKNI KEBANGKITAN ISLAM INGAT FIRMAN ALLAH: ” SIAPA YANG MELAKUKAN SHALAT SEPERTI SHALAT KAMI, MENGHADAP KIBLAT KAMI, DAN MEMAKAN SEMBELIHAN KAMI, MAKA ORANG ITU ADALAH MUSLIM YANG MEMILIKI JAMINAN ALLAH DAN RASUL-NYA. MAKA JANGANLAH KALIAN MELANGGAR ALLAH PADA JAMINAN-NYA.” ( DIRIWAYATKAN OLEH AL-BUKHARI DAN AN-NASAI ) “ KEMUDIAN DI HARI KIAMAT SEBAGIAN KAMU MENGINGKARI SEBAGIAN (YANG LAIN) DAN SEBAGIAN KAMU MELAKNATI SEBAGIAN (YANG LAIN), DAN TEMPAT KEMBALIMU IALAH NERAKA.” [ QS. AL-ANKABUT:25 ] MAUKAH KAMU MEMAKAN DAGING BANGKAI SAUDARAMU SENDIRI..??? “ HAI MANUSIA, SESUNGGUHNYA KAMI MENCIPTAKAN KAMU DARI SEORANG LAKI-LAKI DAN SEORANG PEREMPUAN DAN MENJADIKAN KAMU BERBANGSA-BANGSA DAN BERSUKU-SUKU SUPAYA KAMU SALING KENAL-MENGENAL. SESUNGGUHNYA ORANG YANG PALING MULIA DIANTARA KAMU DI SISI ALLAH IALAH ORANG YANG PALING BERTAKWA DIANTARA KAMU. SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA MENGETAHUI LAGI MAHA MENGENAL.” [ QS. HUJURAT: 13 ] “ DAN JIKALAU TUHANMU MENGHENDAKI, TENTULAH DIA MENJADIKAN MANUSIA ITU UMAT YANG TUNGGAL, TETAPI MEREKA SENANTIASA BERSELISIH PENDAPAT, KECUALI ORANG YANG MENDAPAT RAHMAT TUHANMU. DAN UNTUK ITULAH ALLAH MENCIPTAKAN MEREKA. KALIMAT TUHANMU (KEPUTUSAN-NYA) TELAH DITETAPKAN. SESUNGGUHNYA AKU AKAN MEMENUHI NERAKA JAHANNAM DENGAN JIN DAN MANUSIA.” [ QS.HUD: 118-119 ] MARILAH KITA SALING MENDUKUNG PRIBADI, PERUSAHAAN, PRODUK, NEGARA, DAN PROGRAM SESAMA UMAT ISLAM...MEMBELI DAN MENJUAL HANYA SESAMA UMAT ISLAM DEMI KEBANGKITAN EKONOMI UMAT Hal ini sangat penting, sebab jika kita meneliti bagaimana semangat berbelanja umat lain ke tempat saudaranya, itu lebih hebat daripada umat islam. Sebagai contoh, di negeri jiran, kita jarang melihat orang cina berbelanja ke tempat bukan cina, kecuali jika terpaksa; demikian juga kita jarang melihat umat India berbelanja kepada kedai bukan India, kecuali terpaksa; tetapi banyak orang melayu yang masih berbelanja kepada kedai cina dan India walaupun disampingnya ada kedai ,melayu. Mengapa ini terjadi..? sebab umat islam tidak sensitive dalam berbelanja, padahal seharusnya lebih baik memberikan keuntungan kepada sesama muslim daripada orang lain. Padahal Rasulullah saw menggalakkan umat Islam untuk melakukan transaksi perniagaan sesama Muslim, sebagaiman tersirat dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah bersabda : " Janganlah engkau memakan makanan kecuali dari makanan orang yang bertaqwa dan jangan sampai makananmu dimakan kecuali oleh orang yang bertaqwa ".( Hadis Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi.). Dari hadis ini dapat dilihat bahwa Rasulullah menganjurkan kepada umatnya agar melakukan Interaksi Ekonomi sesama Muslim yang bertaqwa, sehingga pembeli adalah bertaqwa dan penjual juga orang yang bertaqwa. Hadis ini menganjurkan agar umat Islam agar menjual kepada umat Islam dan membeli dari umat islam, sehingga uang umat Islam akan berputar untuk kegunaan umat Islam sehingga tidak digunakan oleh musuh Islam untuk program penghancuran Islam. SAUDARAKU..... INILAH SAATNYA UNTUK: "BERSATU DALAM JAMA'AH...BERHIJRAH MENUJU KAFFAH." "MERUBAH MIMPI MENJADI KENYATAAN" SALAM UKHUWAH TO ALL MY MUSLIM BROTHERS AND SISTERS ALL AROUND THE WORLD MUHAMMAD FENDI LEONG- MUALLAF 1998 http://muhammadfendisyariah.blogs.friendster.comGREETINGS FROM MADINAH SYARI'AH HALAL ITU BERKAH SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA & SELAMAT IDUL FITRI 1428 H Please visit our website; http://muhammadfendisyariah.blogs.friendster.com |
 | for more picture,, you can see on www.palestineremembered.com |
 | assalamu'alaikum...jazakumullah atas pencerahan ttg kebenaran ini... salam kenal...
wassalam, Hesti |
 | Sesungguhnya besarnya pahala bergantung besarnya ujian. Apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Allah menguji mereka. Maka siapa yang ridha, maka Allah akan meridhainya, dan siapa yang murka, maka Allah akan memurkainya” (HR Tirmidzi) |
 | He Thank you Very Much is a great big hearted brother who has shared so much of his religion and interests generously with me and lot of people . |
 | t4ng wrote on Oct 24, '07 Subhanallah Walhamdulillah W aalaailahailallah Waallahuakbar Allahumma solli alaa muhammad wa alaa ali muhammad. Laailahailallah muhammadur rasulullah saw. May Allah swt bless us all. giude us to the right path and shower His blessings. Amiin yaa rabbilalamiin. Subhanallah wabihamdihi Allahuakbar
|
 |  


Just remember that you're standing on a planet that's evolving And revolving at nine hundred miles an hour, That's orbiting at nineteen miles a second, so it's reckoned, A sun that is the source of all our power. The sun and you and me and all the stars that we can see Are moving at a million miles a day In an outer spiral arm, at forty thousand miles an hour, Of the galaxy we call the 'Milky Way'. PLEASE CLICK HERE VIDEO NOW World Biggest Star Planet Mars |
 | subbhanallah....ka'ikhsan memang hebat..kata MABAku 'syukron atas pemaparannya..(ana liat webx kk dgn MABAku)..ternyta slama ini mereka ga tau al aqsa yang asli..btw,,skrng hajrah lgi fardiyahi mereka...doa'in ya moga ana dapat banyak kader.amiiiiiiin |
 | TERIMAKASI ATAS KERITIK MEBANGUN "JAZAKALLAH KHEIR" SMOGA BERMANFAAT BAGI YG BELUM MENGETAHUI KHUSUSNYA DAN BAGI MUSLIMIN SELURUHNYA ALLAHUAKBAR!!!!! PLEASE CLICK HERE INTRODUCTION= HAKIKAT KEHIDUPAN DUNIA |
 | Subhanalloh...saya jadi banyak download nih buat disebarin |
 |
THE SIGNS OF THE LAST DAY ARTINYA TANDA-TANDA KIAMAT Jagat raya suatu hari pasti akan berakhir. Hari Kiamat tak terhindarkan lagi akan pasti terjadi sebagaimana diberitakan dalam Al Qur’an dalam salah satu ayat: â€Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya...†(QS. Al Hajj, 22:7). Meski merahasiakan waktu datangnya Hari Kiamat, Allah mewahyukan kepada Nabi Muhammad sejumlah peristiwa dan pertanda tertentu yang menunjukkan datangnya Hari Kiamat. Dalam film ini, akan Anda saksikan sejumlah pertanda yang mengisyaratkan sangat dekatnya Hari Kiamat itu: dari peperangan dan kekacauan yang jumlahnya semakin meningkat hingga penghancuran kota-kota besar, dari gempa bumi hingga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. PLEASE CLICK HERE NOW THE SIGNS OF THE LAST DAY |
 | makasih banyak ya buat ilmu berharga ini,......... |
 | SubhanaAllah. Allahu Akbar. setiap kebenaran itu akan datang , cepat ataupun lambat. tapi pasti. makasih atas artikelnya,bang Hassan. |
 | BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM ASALAMUALAIKUM WR WB , SEMOGA ALLAH SWT MEAMPUNKAN SEGALA DOSA DOSA KITA SEMUAUMAT MUHAMMAD ALLAHUMMA SOLLI ALAA MUHAMMAD WA ALAA ALI MUHAMMAD LAAILAHAILALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW. RASULULLAH SAW BRSABDA ; " AKU TINGGALKAN DI KALANGAN KAMU DUA PERKARA YG KAMU TAK AKAN SESAT SELAGI BPEGANG teguh pada kedua2nya ALQURAN DAN SUNNAHKU. INSYAALLAH ALLAHUAKBAR LAAILAHAILALLAH |
 | Palestina pada tahun 1967, Zionis Yahudi menginvasi Palestina dengan cara mendirikan negara Israel di atas Negara Palestina, dengan cara menduduki Palestina. Israel yang dikuasai oleh orang-orang Yahudi ini, mengusir bangsa Arab Muslimin yang mendiami tanah Palestina dan mulai memporak-porandakan Masjidil Aqsha. Mereka perlakukan Masjidil Aqsha dengan semena-mena, seperti membebaskan siapa saja untuk masuk ke dalam masjid. Hingga tak jarang, terlihat pemandangan orang Yahudi yang sedang berpacaran di dalam masjid atau para turis yang berkeliaran dengan pakaian seadanya di lingkungan masjid. Pada tahun 1969, mimbar megah yang dibuat oleh Shalahuddin Al Ayubi di dalam masjid (yang dibuat oleh Shalahuddin Al Ayyubi setelah berhasil merebut kembali Masjidil Aqsha dari tangan penjajah, guna memperingati Isra Mi’raj di lingkungan masjid) dibakar oleh Yahudi. Peristiwa pembakaran mimbar inilah yang kian meruncingkan barisan umat Muslim guna melawan Yahudi dan mendorong umat Islam sedunia membentuk OKI. Pada tahun 1970, Palestina akhirnya dikuasai sepenuhnya oleh zionis Israel.
Entah sejak kapan, berkembang sebuah fokus perhatian bahwa yang namanya Masjid Al Aqsa yang diramaikan dan dianggap bersejarah oleh Ummat Islam itu adalah masjid indah dengan Kubah Emas berbentuk segienam ini. Fokus perhatian ini dikembangkan lewat gambar-gambar indah yang beredar, lewat postcard-postcard yang beredar, juga gambar-gambar indah di Kalender islami dan lewat buku-buku turisme. Inilah Masjid As-Shakhra yang dimaksud dan sudah sangat terkenal tersebut.
|
 | terimakasih saudara sudah berbagi informasi, d masa ini lebib banyak yg mengetahui dome of rock adl masjidl aqsa,pdhal cm akal2an laknatullah Yahudi.mdh2an dg adanya sharing blog ini semakin membuka pengetahuan masyarakat islam,.,.jazakillah |
 | Masjidil Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam sebelum akhirnya dipindahkan ke Baitullah sekarang. DI tempat suci inilah Rasulullah SAW melakukan Isra’ dan dari sana pula ia berangkat Mi’raj. Dalam hadits shahih disebutkan sebagai salah satu daria tiga masjid yang dianjurkan untuk diziarahi, yakni Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al Aqsha.
Saat ini, tahukah kalian bahwa dimanapun kalian berada di seluruh dunia ini, pemandangan yang diperlihatkan pada banyak orang di seluruh media di muka bumi ini yang dikatakan sebagai Masjid Al Aqsa sebenarnya adalah masjid DOME OF THE ROCK alias Masjid Kubah As-Sakhra?
|
 | Guru saya mengatakan bahwa seluruh bumi langit berikut isinya merupakan tanda tanda kebesaran Allah untuk kita pelajari dan pahami dengan penuh keyaqinan agar kita dapat memperoleh kecerdasan ruhani (batin), bukan hanya pikiran semata. Insya Allah dengan kecerdasan Ruhani maka kebenaran hakiki atas seluruh bumi langit dan isinya akan dapat dipahami dengan baik dan benar, karena pada hakekatnya seluruh yang diciptakan oleh Allah SWT, semuanya ada pada diri manusia, biqudratillah jangankan bumi langit yang jelas sudah tampak, dibaliknya bumi langit, manusia punya potensi bisa menyaksikan dengan KEBENINGAN HATInya. sebagaimana telah dicontohkan Rosulullah ketika ditanya "Yaa Rosulullah, bagaimaa nasib para syuhada?" Rosulpun seketika itu dapat menjawab dengan lancar .... karena apa ? KEBENINGAN HATI Rosul ketika itu dapat melihat dengan jelas nasib para Syuhada. |
 | BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM ASALAMUALAIKUM WR WB , SEMOGA ALLAH SWT MEAMPUNKAN SEGALA DOSA DOSA KITA SEMUAUMAT MUHAMMAD ALLAHUMMA SOLLI ALAA MUHAMMAD WA ALAA ALI MUHAMMAD LAAILAHAILALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SAW. RASULULLAH SAW BRSABDA ; " AKU TINGGALKAN DI KALANGAN KAMU DUA PERKARA YG KAMU TAK AKAN SESAT SELAGI BPEGANG teguh pada kedua2nya ALQURAN DAN SUNNAHKU. INSYAALLAH ALLAHUAKBAR LAAILAHAILALLAH |
 |
WE WILL REMOVE THIS SITE IF PROVEN WRONG
Home
Articles
Op-ed Authors
FAQ Leaving Islam Library Gallery Comments Debates Links Forum
Indonesian Czech Chinese Italian Français German Dutch Forum Polish Forum Spanish Forum Iran Page Arabic
عربي
I am a Saudi ex-Muslim
2005/01/08
By Sahid
Dear Ali Sina,
Sorry for bad English but I needed to write to you. I am not very good at it. I am a Muslim. I read your articles and changed my mind about Islam. I was among those who tried to advocate Islam. I thought Osama bin Laden was not a Muslim and I was. Now I see I was not a Muslim and Osama Bin Laden was.
Fortunately I am living in Sweden and I can become an apostate. It is a free country. I was born in Saudi Arabia and if I left Islam in that country I would be killed.
I must change my whole life because I left Islam. It will be hard but I will try to do it because I don’t want to be a Muslim. I no longer visit mosque. I no longer pray. I stopped doing these things. I shaved my face.
I don’t promise to become a Western man in a day but I already began changing.
My family is living in Saudi Arabia . I will not tell them about my decision because they are very intolerant.
I hope all Muslims will leave Islam. And it will happen. Islam is inhumane. You can’t be a human and a Muslim at the same time. Most Muslims will choose to be humans. It is for sure.
I was a Muslim but I didn’t want to kill non-Muslims. I didn’t think about such verses in the Quran. I thought it was to be practiced only in the 7th century.
I am a father. I have a one-year-old daughter. Her mother died when she was having her. My daughter will not be a Muslim woman. She will be a western woman. She will receive education and have a career. I will do everything I can to do it.
It is really funny that I read the Quran million times but I didn’t see things that you wrote in your articles. You made me stop being blind.
Thanks for your site. You made me a better human being. No, you made me a human being. Before it I was a Muslim.
My sister who is also in Sweden left Islam long time ago but I didn't know. When I told her I had left Islam she was very happy. We are now friends. My family (and me before I left Islam) didn't like her because she did everything to leave Saudi Arabia and go to free countries. She hated Islam from her childhood. It is in her nature. She always wanted to peruse a career. She is doing it now. She says Islam is unbearable for women (especially in Saudi Arabia ).
I read all articles on your site. It took me some months. I made my own investigation. I talked to my Imam. He didn't answer my questions.
P.S. I hope things will improve in your mother country. Iranians are the most intelligent and educated among other Muslims.
Thank you very much! I know my English is awful but I live in Sweden and Swedish was more important to me!
Dear Sahid
Thank you for your wonderful story! No, you don’t have to become a westerner. You are an Arab just as I am a Persian. We should be proud of our own heritage and culture. By leaving Islam we are not leaving our identity. On the contrary we are going to recover our lost identity.
Prior to Islam, Arabs were tolerant people. Religious animosity was unheard of. People fought over honor or other silly things, much like everywhere else but never over religion. In fact they had specific months of the year that they regarded as sacred and never fought in those months. Even the thieves and highway rubbers respected the lives of people in those sacred months. Despite their differences all the Arabs gathered together and worshipped their gods. No one disparaged another person’s deity. They allowed anyone to preach his faith. They intermarried with Jews and Christians and never thought people are najis (filthy, impure, untouchable) for what they believe. Women were respected. They could travel alone. They could own and run their own businesses as in the case of Khadijah, they could even lead an army as in the case of Aisha. But gradually, as the teachings of Muhammad started to sink, the newer generations thought these practices belonged to the jahiliyah (the age of ignorance) and abandoned them. Arabs were cultured and their society was a much more humanistic one than what it became after Muhammad.
You do not have to change identity. All you have to do is to reclaim your ancestral secular and tolerant values. You can raise your little daughter to be a proud Arab and like her enlightened aunt be independent and successful.
My greetings to you and your sister! Please join us in our cause and be part of this movement. We have to reach the Arabs very soon. Many of them are wonderful pure souls like you. We have to reach them before Osama Bin Laden, Aljazeera or hatemongering Arab media fills them with hate and persuade them to blow themselves up as suicide bombers. Send your story in Arabic and if you have time write and translate a few of the Articles in this site into Arabic.
May you and your little daughter be blessed and may she never know the meaning of discrimination, violence and abuse.
|
 | Assalamualaikum... Terkadang ada org yg blm bisa membedakan antar Mesjid Aqsha dan Mesjid Sakhrah... |
 | Assalamu'alaikum.. Boleh copy artikelnya akhi,,? Untuk sharing ilmu dengan teman2 yang lain.. jazakAllah sebelumnya.. |
 | Terima Kasih Atas Infonya......Subhanallah........... |
 | Assalamu'alaikum... Subhanallah,,,,hari ini say mendapatkan kejelasan tentang mana Masjidil Aqso yang sesungguhnya...tak diduga kebanyakn umat Islam telah dibutakan bahwayang mereka sebut Masjidil Aqso adalah Masjid Ash Sakhrah.... Lalu bagaimana dengan Masjidil Aqso?????? bagaimana keadaaan tempat..... Astagfirullah saya pribadi selama ini juga telah salah kaprah namun Alhamdulillah telah datang cahaya kebenaran....saya sangat bersyukur sakali maka apa yang telah saya dapat ini akan saya kabarkan ,,saya britakan Insya Allah dengan rakhmat ALlah agar semua umat Islam di mana pun berada tidak salah kaprah lagi.... saya sempat merinding betapa kaum yahudi pintar memutar balikkan fakta...mari kita umat Islam seluruhnya bergerak memerangi kebathilan menegakkan yang benar..... Laa haula walaa qouwwata illabillahil 'aliyyil adziim. semoga kita semua umat Islam dimana pun berada di berikan oleh Allah kekuatan iman dan taqwa agar kita selalu berada dalam jalan Allah jangan sampai kita ikut mendustakn apa yang telah di bawa, di sebarkan ,diberitakan oleh Nabi Mukhammad.. Sukhron atas berita yang sangat bermanfaai ini mari k8ita semua umat isalm bersatu bergandeng bersama menuju Kebenaran....
|
 | Assalamualaikum ....Wr.....Wb. Ini Bermanfaad bagi umat Muslim & No Muslim Di Dunia anda : Suara Media Jendela Dunia Information Technology & Berita Dunia Islam : Dua bahasa Link: http://eng.suaramedia.com http://www.suaramedia.com/ Please seand email to all your Friend Thank You Very Much |
Comment deleted at the request of the author.
 | The Best Media Islam
Marhaban Ya Ramadhan,,,Mari kita tingkatkan amal ibadah kita di Bulan Suci Ramadhan ini.Semoga Amal Ibadah kita diterima ALLAH SWT. http://www.SuaraMedia.com adalah Pusat Media Islam online yang mengedepankan berita teraktual dengan visi menjadi portal nomor satu di Indonesia. Dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan 1430 H SuaraMedia.com memberikan Fasilitas Iklan Baris Gratis .Jangan Tinggalkan Kesempatan Bagus ini!! Bila Anda Berminat Silakan Daftar http://www.suaramedia.com dengan mencanumkan Nama lengkap, Nama Perusahaan, Alamat, No.Telepon, E-mail dan Produk yang akan diiklankan. Visit http://www.suaramedia.com/iklan-gratis.html |
 | artikel ini yang lagi ana cari, jazakulloh ya akh.... |
 | Saya ada beberapa pertanyaan nih... 1. Mengapa nama Yerusalem tidak ada satupun disebut di alquran??? 2. Mengapa Alquran tidak memiliki bukti apapun mengenai keberadaan al-aqsa yg dikatakan muhammad??? 3. Mengapa arah kiblatnya di pindah ke Mekah???
Menurut saya, pengikut-pengikut muhammad hanya berspekulasi mengenai letak al-aqsa ada di Yerusalem padahal saat itu tidak ada Masjid di sana. Pada tahun 638, Kekhalifahan Islam membentangkan kekuasaannya. Dengan adanya penaklukkan Arab. Khulafaur Rasyidin Umar bin Khattab menandatangani kesepakatan dengan Patriakh Kristen Monofisit Sophronius untuk meyakinkan dia bahwa tempat-tempat suci dan umat Kristen Yerusalem akan dilindungi dibawah kekuasaan orang Muslim. Umar memimpin dari Batu Fondasi di Bukit Bait, yang sebelumnya telah ia bersihkan untuk mempersiapkan bangunan masjid. Menurut uskup Gaul Arculf, yang tinggal di Yerusalem dari 679 hingga 688, masjid Umar merupakan bangunan kayu persegi yang dibangun diatas sisa-sisa bangunan yang dapat menampung 3.000 jamaah. Khalifah Abdul Malik dari Umayyah mempersiapkan pembangunan Kubah Shakhrah pada akhir abad ke-7.
Pada peristiwa Isra' Mi'raj (Q.S. Al Israa’:1), pengertian Masjid al-aqsa yaitu meliputi seluruh kawasan Al-Haram asy-Syarif.
JELAS SEKALI DARI CATATAN SEJARAH, TIDAK ADA YANG NAMANYA MASJID AL-AQSA SAAT ZAMAN MUHAMMAD. KARENA BANGUNAN MASJID YG BUKAN BERKUBAH EMAS DISEBUT MASJID UMAR SEDANGKAN YANG BERKUBAH EMAS DISEBUT MESJID KUBAH SYAKHRAH (DOME OF THE ROCK) ATAU YG SEKARANG DISEBUT AL-AQSA.
Jadi intinya adalah letak Masjid al-aqsa hanya didasarkan spekulasi-spekulasi religius, untuk mengokohkan Islam sebagai agama yg melebihi tradisi Yahudi dan sekaligus untuk menguasai Yerusalem.
|
 | Assalamualaikum izin ngeshare link ya pak, jazakumullah :) |
 | simorgh1 wrote on Sep 2, '10, edited on Sep 2, '10 Last friday of ramadan is Qods Day in my country, we always make dua for palestinan to be free from Israeal on that day. Imam khumeini named it an Internationak qods day so all musle,m shouldn't forger palestine |
 | kau itu ngk tau apa apa uda ngomong..pikir dulu dan banyak belajar baru ngomong |
| |